Alhamdulillah, segala puji hanyalah bagi Allah swt. atas petunjuk dan lindungan-Nya lah akhirnya tahun ini Kepala KUA Kec. Syiah Kuala (Samsul Hadi, S.Ag.) berhasil memenangi Lomba Baca Kitab antar Kepala KUA se-Provinsi Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 29-31 Mei 2015 yang lalu.
Dalam kegiatan yang diadakan di Hotel Oasis tersebut, Pak KUA akhirnya dapat memecahkan rekor Juara Bertahan yang selama ini ia pegang... hehehe... biasanya gelaran juara bertahan diberikan kepada orang yang menjuarai suatu lomba, namun pak KUA yang satu ini memegang gelar juara bertahan yaitu juara III berturut-turut selama tiga tahun terakhir. Setelah berjuang selama 4 tahun ini, akhirnya ia berhasil menjadi Juara I pada ajang dimaksud, namun sayang sekali nilainya masih kalah dari peserta (juara) dari kategori Penghulu sehingga yang berhak mewakili Kanwil Provinsi Aceh ke ajang tingkat nasional adalah saudara Najamuddin, MA.
Senin, 15 Juni 2015
Rabu, 15 April 2015
Bergerak walaupun perlahan.... Bergeraklah dengan pasti

Alhamdulillah di bulan ke-8 saya menempati
jabatan sebagai Kepala KUA Kec. Syiah Kuala, saya bisa memulai sedikit demi
sedikit perbaikan kantor, dimulai dari pengecatan pagar dan dinding sebelah
luar, dilanjutkan dengan perbaikan papan nama kantor.Selasa, 31 Maret 2015
Ka.KUA Kec. Syiah Kuala menjadi Pemateri SIMKAH
Pada kegiatan Diklat Manajemen Modern bagi Kepala KUA se-Aceh yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Aceh sebanyak 2 angkatan yaitu 4-10 Feb 2015 dan 3-9 Maret 2015, Ka.KUA Kec. Syiah Kuala yang juga menjabat sebagai Koordinator FK-OSI Kota Banda Aceh dipercaya untuk menyampaikan materi Sistem Informasi Nikah Rujuk (SIMKAH) kepada para peserta yang masing2 angkatannya berjumlah 30 orang. Peserta yang datangnya dari KUA Kecamatan se-Aceh pada dasarnya sudah mengenal Simkah namun dalam kesempatan materi tersebut mendapat pencerahan betapa banyak manfaatnya IT (khususnya Simkah) dalam mendukung pelayanan di Kantor Urusan Agama. para peserta cukup antusias dengan materi dimaksud yang memang sengaja dikemas lebih interaktif berupa dialog dan praktek....Lomba Baca Kitab Kuning antar Penghulu dan Kepala KUA se-Kota Banda Aceh

Beginilah suasana Lomba Baca Kitab Kuning antar Kepala KUA dan Penghulu se-Kota Banda Aceh, santai bagi yang menonton, tapi tetap menegangkan bagi peserta yang sedang diuji :-D.... Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan berbahasa Arab dan juga untuk memancing minat penghulu serta Kepala KUA agar terus menggali dan mengkaji sumber-sumber primer dalam bidang fiqh. Kegiatan ini diikuti oleh 6 orang penghulu dan 9 orang Kepala KUA. Dewan Hakim terdiri dari dua orang ahli yang keduanya merupakan alumni Timur Tengah dan juga pengajar di Fakultas Syari'ah UIN ar-Raniry Banda Aceh.
Sabtu, 07 Februari 2015
Sekilas Syiah Kuala
Syiah Kuala, siapa yang tidak kenal nama ini, nama yang di'laqab'kan bagi salah satu Ulama Besar di Nusantara yang berasal dari sebuah wilayah kerajaan Aceh Darussalam, yaitu Syech Abdurrauf as-Singkily, yang sekarang juga dipakai menjadi Nama Universitas di provinsi paling barat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Provinsi Aceh, yang sangat familiar ditelinga semua orang bahkan juga diseluruh dunia, terutama setelah terjadinya musibah bencana alam gempa bumi dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004.
Saat ini, Syiah Kuala merupakan salah satu kecamatan hasil pemekaran Kota Banda Aceh pada tahun 1983 (berdasarkan PP Nomor 5 tahun 1983), bersama dengan kecamatan Meuraxa, mendampingi 2 (dua) kecamatan lainnya yang sudah lebih dulu muncul yaitu Baiturrahman dan Kuta Alam (berdasarkan UU (drt) nomor 5 tahun 1956). Yang kemudian juga dimekarkan lagi pada tahun 1999/2000 (berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 138/2352/PUOD tanggal 16 Agustur 1999) menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan tambahan kecamatan Ulee Kareng, Banda Raya, Kutaraja, Lueng Bata, dan Jaya Baru. Syiah Kuala juga menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena musibah tsunami Tahun 2004 yang lalu.
Wilayah Kecamatan Syiah Kuala yang terletak di bagian Timur Kota Banda Aceh terletak pada 5,561'-5,612 LU dan 95,318-95,378' BT memiliki luas 1.424 Ha, terbagi ke dalam 10 (sepuluh) desa/gampong yang juga tergabung dalam 2 kemukiman, yaitu Kemukiman Syiah Kuala dan Kemukiman Kayee Adang.
Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Syiah Kuala adalah :
Sebelah Utara : Kecamatan Subulussalam & Darussalam, Kab. Aceh Besar
Sebelah Timur : Kecamatan Ulee Kareng, Kec. Krueng Barona Jaya (Aceh Besar)
Sebelah Selatan : Kecamatan Kuta Alam
Sebelah Barat : Selat Malaka
Jumlah Penduduk Syiah Kuala setelah tsunami sangat banyak berkurang karena menjadi korban musibah tersebut, namun saat ini sudah mencapai kondisi normal 36.662 ribu jiwa /10.652 KK, dimana 26% diantaranya adalah anak-anak.
Saat ini, Syiah Kuala merupakan salah satu kecamatan hasil pemekaran Kota Banda Aceh pada tahun 1983 (berdasarkan PP Nomor 5 tahun 1983), bersama dengan kecamatan Meuraxa, mendampingi 2 (dua) kecamatan lainnya yang sudah lebih dulu muncul yaitu Baiturrahman dan Kuta Alam (berdasarkan UU (drt) nomor 5 tahun 1956). Yang kemudian juga dimekarkan lagi pada tahun 1999/2000 (berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 138/2352/PUOD tanggal 16 Agustur 1999) menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan tambahan kecamatan Ulee Kareng, Banda Raya, Kutaraja, Lueng Bata, dan Jaya Baru. Syiah Kuala juga menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena musibah tsunami Tahun 2004 yang lalu.
Wilayah Kecamatan Syiah Kuala yang terletak di bagian Timur Kota Banda Aceh terletak pada 5,561'-5,612 LU dan 95,318-95,378' BT memiliki luas 1.424 Ha, terbagi ke dalam 10 (sepuluh) desa/gampong yang juga tergabung dalam 2 kemukiman, yaitu Kemukiman Syiah Kuala dan Kemukiman Kayee Adang.
Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Syiah Kuala adalah :
Sebelah Utara : Kecamatan Subulussalam & Darussalam, Kab. Aceh Besar
Sebelah Timur : Kecamatan Ulee Kareng, Kec. Krueng Barona Jaya (Aceh Besar)
Sebelah Selatan : Kecamatan Kuta Alam
Sebelah Barat : Selat Malaka
Jumlah Penduduk Syiah Kuala setelah tsunami sangat banyak berkurang karena menjadi korban musibah tersebut, namun saat ini sudah mencapai kondisi normal 36.662 ribu jiwa /10.652 KK, dimana 26% diantaranya adalah anak-anak.
Gebrakan Perdana FK-OSI Koetaraja
Terlambat, tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Slogan inilah yang membuat kami tetap semangat dalam mengembangkan SIMKAH di Kota Banda Aceh. Seiring terbentuknya Forum Komunikasi Operator Simkah (FK-OSI) Kota Banda Aceh yang merupakan tindak lanjut dari Duek Pakat I FK-OSI Aceh di Syamtalira Bayu Aceh Utara akhir tahun yang lalu. Dimana saat itu Samsul Hadi, S.Ag. (Ka.KUA kec. Syiah Kuala) terpilih menjadi Koordinator FK-OSI Banda Aceh, dan sekaligus menjadi pemateri utama dalam pelatihan dasar Simkah kali ini.
Sebenarnya tidak juga terlambat jika melihat inisiatif di Kota Banda Aceh mengingat informasi mengenai Simkah ini justru dikembangkan dari Banda Aceh, namun sayangnya semangat tersebut tidak disambut dengan respon yang cukup baik dari pihak terkait sehingga baru awal tahun inilah baru ada 'gebrakan' berupa Pelatihan Dasar bagi Operator Simkah Tingkat Pemula.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah jumlah operator Simkah yang 'siap pakai' mengingat sampai hari ini baru 5 orang operator yang sudah aktif. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 18 orang operator yang berasal dari semua KUA se-Kota Banda Aceh. Untuk patut diapresiasi dukungan dari Kelompok Kerja Kepala KUA se-Kota Banda Aceh dalam hal materiil dan non-materiil.
Alhamdulillah kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa dan Rabu, 13-14 Januari 2015 dan mengambil tempat di KUA Kec. Kutaraja ini diikuti dengan antusias dari seluruh peserta, dan peserta pun tampak puas dengan ilmu yang didapat mulai dari proses instalasi Simkah, input data, ganti/edit template, sampai ke print buku nikah. Dan melihat kepuasan di wajah peserta, maka para tutor dan pendamping pun juga merasa bahagia dan puas.
Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal menuju masa depan pelayanan nikah yang lebih profesional. aamiin.
Sebenarnya tidak juga terlambat jika melihat inisiatif di Kota Banda Aceh mengingat informasi mengenai Simkah ini justru dikembangkan dari Banda Aceh, namun sayangnya semangat tersebut tidak disambut dengan respon yang cukup baik dari pihak terkait sehingga baru awal tahun inilah baru ada 'gebrakan' berupa Pelatihan Dasar bagi Operator Simkah Tingkat Pemula.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah jumlah operator Simkah yang 'siap pakai' mengingat sampai hari ini baru 5 orang operator yang sudah aktif. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 18 orang operator yang berasal dari semua KUA se-Kota Banda Aceh. Untuk patut diapresiasi dukungan dari Kelompok Kerja Kepala KUA se-Kota Banda Aceh dalam hal materiil dan non-materiil.
Alhamdulillah kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa dan Rabu, 13-14 Januari 2015 dan mengambil tempat di KUA Kec. Kutaraja ini diikuti dengan antusias dari seluruh peserta, dan peserta pun tampak puas dengan ilmu yang didapat mulai dari proses instalasi Simkah, input data, ganti/edit template, sampai ke print buku nikah. Dan melihat kepuasan di wajah peserta, maka para tutor dan pendamping pun juga merasa bahagia dan puas.Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal menuju masa depan pelayanan nikah yang lebih profesional. aamiin.
Minggu, 27 Januari 2013
Selamat dan Sukses Grand Launching Suscatin 2013
GRAND LAUNCHING KURSUS CALON PENGANTIN TAHUN 2013
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KELUARGA (LP2K) ACEH
Selanjutnya Ketua Umum LP2K Provinsi Aceh H. Manshur, S.Ag. menyatakan bahwa kegiatan suscatin ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari libur kantor sabtu dan minggu, agar tidak menggangu kegiatan/kerja calon pengantin itu sendiri.
Kegiatan Grand Launching ini banyak mendapat respon dan dukungan yang positif baik moril maupun materil dari lembaga pemerintah maupun pihak lainnya yang terkait, oleh karena itu sewajarnyalah kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Aceh beserta Muspida Plus, dan juga kepada pihak sponsor seperti Bank Aceh Syariah, BRI Syari’ah, dan lain-lain .Apalagi kegiatan ini mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, karena berawal dari keluarga inilah akan terbentuk masyarakat yang rukun dan berakhlak mulia.
Selanjutnya Marzuki Hasyim, S.Ag. MH. mengatakan bahwa dengan suscatin ini ada sebuah pencerahan dan manfaat bagi catin itu sendiri karena disini di berikan materi seperti Fiqh Ibadah oleh Ustaz H. Abrar Sym, S.Ag. (Kanwil Kemenag), Psikologi Keluarga oleh Ibu Nurjannah Nitura, Psikolog (Psikodista), Fiqh Munakahat oleh Tgk Syukri Daud (MPU Aceh), Kesehatan Reproduksi oleh dr. Mohd. Andalas, Sp.OG (Wadir. Pelayanan RSUZA), Hak-Kewajiban suami-istri, Manajemen rumah tangga oleh Hj. Dahlia, M.Ag. (Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & Perl. Anak Prov. Aceh), Prosedur dan Peraturan perundang-undangan tentang Perkawinan oleh Drs. H. Ibnu Sa’dan, M.Pd. (Kaepala Kanwil. Kemenag. Prov. Aceh), dan lainnya.
Dalam press releasenya, Kabid. Pembinaan Pra-Nikah LP2K Aceh Saudara Drs. Erman Jaya, M.Ag. mengatakan bahwa sebenarnya waktu dua hari untuk suscatin itu masih kurang, karena logikanya begini “orang yang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci yang hanya 40 hari, tetapi manasiknya menghabiskan waktu yang sangat lama (sampai 1 bulan lebih), sedangkan menikah yang juga sebuah ibadah kepada Allah akan dilaksanakan seumur hidup, tetapi “manasiknya” hanya dua hari, inilah seharusnya yang wajib dipahami oleh masyarakat yang masih menganggap bahwa suscatin ini terkesan mempersulit pernikahan”.
Ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mempunyai landasan hukum yaitu Peraturan Dirjen. Bimas Islam Kemenag. RI No. DJ.II/491/2009 juncto Perdirjen Nomor DJ.II/372/2011 tentang Kursus Pra-Nikah. Dengan landasan itulah kita melaksanakan suscatin ini sejak tgl 10-10-2010 lalu, yang Launchingnya pada waktu itu juga dilaksanakan di Aula Pemko Banda Aceh. Alhamdulillah, sudah lebih dua tahun berjalan, saat ini LP2K Aceh sudah menghasilkan alumni sebanyak 4.399 orang calon pengantin, ditambah lagi dengan calon pengantin pada acara Grand Launching ini sebanyak 144 orang, begitu pungkas Marzuki. (sam/erm)
Langganan:
Postingan (Atom)








