Selasa, 26 Desember 2017

Sekapur Sirih


Puji syukur alhamdulillah senantiasa kami haturkan, atas pertolongan dan petunjuk Allah SWT berjalan tahun keempat semenjak dilantik pada tanggal 8 Juli 2014 yang lalu, kami masih bisa menjaga cita-cita kami untuk meng-online-kan KUA Syiah Kuala dalam “Blog Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Syiah Kuala 2017”. Shalawat dan salam senantiasa kita sampaikan dan hadiahkan kepada Nabi Muhammad, SAW yang telah membawa sinar dan tradisi ilmu pengetahuan kepada kita semua.

Blog ini sengaja dibuat untuk sekedar latihan memasuki dunia teknologi informatika yang sudah sedemikian maju, jadi kami ingin menunjukkan bahwa jajaran kementerian agama juga tidak ketinggalan dalam hal ini. Namun sudah barang tentu banyak sekali kekurangan yang ada dalam blog ini karena memang background kami hanyalah bidang agama, dan kami harus banyak membaca dan belajar lagi. Blog ini juga disusun untuk sekedar memaparkan sedikit data / informasi ala kadarnya sehingga dapat menjadi bahan perkenalan, perbandingan dan penilaian secara umum tentang kondisi objektif KUA Kecamatan Syiah Kuala sebagai bagian dari Kementerian Agama Kota Banda Aceh.

Dalam blog ini kami mencoba untuk membuka ruang diskusi, konsultasi dan daftar nikah/ pelaporan kehendak nikah secara online. Disini juga disajikan gambaran umum kondisi, program dan kinerja KUA Syiah Kuala, dan juga digambarkan kondisi umum Kecamatan Syiah Kuala secara geografis, demografis, dan sosiologis. Kritk dan saran demi kebaikan, selalu kami nantikan. terima kasih.

                                                   Kepala KUA Kec. Syiah Kuala

     Samsul Hadi, S.Ag.  
NIP 197708072006041003

Senin, 25 Desember 2017

Prosedur Wakaf



Bimbingan Perkawinan, Jalan menuju Keluarga Sakinah

Alhamdulillah, jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh dibawah komando Drs. H. Amiruddin, MA telah berhasil menyelesaikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin se-Kota Banda Aceh sebanyak 5 angkatan dengan total peserta berjumlah 290 orang. Dimulai sejak 25 November dan berakhir pada angkatan kelima 24 Desember 2017.

Bimwin ini sangat penting bagi calon pengantin mengingat banyaknya bekal yang harus dipersiapkan oleh para calon pengantin (catin) mulai dari bekal psikologis, bekal ilmu suami/istri, bekal menjadi ayah/ibu, bekal kesehatan, dan juga bekal materi dan perencanaan. Dus lagi pada kenyataannya banyak catin (pasangan muda) yang belum memiliki gambaran tentang kehidupan berumah tangga, mereka hanya tergambar 'yang enak-enaknya' saja, maka kesiapan mental sangatlah perlu dipupuk agar siap menghadapi kondisi-kondisi serta tantangan-tantangan hidup di kemudian hari.
Bimwin ini merupakan pengembangan dari Kursus Calon Pengantin (Suscatin) dengan perbaikan pada kurikulum dan metode pengajaran. Diharapkan dengan metode paedagogik maka materi-materi bimwin bisa lebih mudah teringat dalam memori catin sehingga akan bermanfaat nantinya.

Untuk lebih memaksimalkan manfaat bimwin ini, panitia berupaya menghadirkan narasumber yang berkompeten, seperti Kepala BKKBN Aceh, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Kabid. URAIS, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Kepala Dinas Kesehatan, Psikolog, dan lain-lain untuk menunjang dan menguatkan materi-materi yang disampaikan oleh para Kepala KUA/Penghulu.

Akhirnya, panitia hanya bisa mengucap syukur alhamdulillah atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut, partisipasi dan peran aktif banyak pihak juga tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Semoga bermanfaat.

Minggu, 14 Mei 2017

Persyaratan dan Prosedur


Inilah beberapa persyaratan dan prosedur layanan yg kami laksanakan di KUA

Selasa, 03 Januari 2017

Selamat HAB Kemenag ke-71

Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-71

3 Januari 1946 adalah tanggal awal keberadaan Kementerian Agama Republik Indonesia dimana sebelumnya urusan agama dipegang oleh kementerian pendidikan dan kementerian dalam negeri karena usulan pembentukan kementerian khusus untuk menangani masalah agama tidak disepakati dalam rapat PPKI. Dengan adanya Keppres pembentukan Kementerian Agama, maka ditunjuklah H.M. Rasyidi sebagai menteri agama yang pertama.




Kini Kementerian Agama telah berusia 71 tahun, usia yg tidak muda lagi, namun kita tidak bisa berpuas diri, pembenahan perbaikan dan peningkatan harus selalu dijaga.




 Dalam kesempatan HAB Kemenag RI ke-71 Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terus memberikan motivasi kepada jajaran Kemenag di selurub Indonesia agar menjaga Zona Integritas dan mengamalkan 5 Budaya Kerja karena kementerian ini ibarat selembar kain putih yang jika ternoda setitik saja akan menjadi besar di mata masyarakat. Ikhlas Beramal sebagai motto Kemenag memang sangat sulit untuk diimplementasikan, maka perlu tekat kuat dalam bekerja dan mengabdi agar kerja keras kita juga bisa bernilai ibadah. SELAMAT BEKERJA === SELAMAT BERKARYA === SELAMAT MENGABDI === IKHLAS MELAYANI.


Rabu, 30 Maret 2016

Bukan Pernikahan Biasa; Mengikat Janji Dibalik Jeruji


Banda Aceh, bimasislam— Bukan pernikahan biasa. Itulah kira-kira gambaran pelaksanaan akad nikah pasangan pengantin Zahlul bin Muchsin dengan Safrina binti Abdul Rahman pada hari Selasa (29/3). Pernikahan yang seharusnya dilaksanakan di tempat yang indah dan momentum yang mengharu biru, namun pernikahan kali ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kajhu Aceh Besar.

Menurut penghulu KUA Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Samsul Hadi, S.Ag. yang hadir mencatat terhadap peristiwa nikah tersebut, bahwa pernikahan kedua mempelai tersebut terpaksa dilaksanakan di balik jeruji karena sebab khusus. Berdasarkan rencana awalnya, kedua mempelai akan menikah pada bulan Desember 2015, di kampung calon istri di Kab. Pidie. Namun karena sang mempelai pria mendapati masalah hukum terkait dengan dugaan kasus pidana, terpaksa rencana perinikahan ditunda pada bulan ini setelah berupaya minta/memproses ijin ke pihak Lapas.

Berdasarkan penjelasannya, bahwa pihak keluarga mempelai pria terus berusaha meyakinkan keluarga wanita agar tidak membatalkan rencana pernikahannya dengan sang pujaan hatinya dan akhirnya pihak mempelai wanita bersedia melanjutkan rencana pernikahan  hingga dilaksanakan di Lapas

Kesepakatan antara kedua belah pihak, akhirnya keluarga pria segera memproses langkah selanjutnya ke KUA dan mengkonfirmasi ijin dari Ka Lapas. Menurut Samsul, Keluarga pria meminta KUA agar nikahnya bisa disegerakan, tapi pihaknya tetap menyarankan agar mengikuti prosedur yang ada.

“Keluarga pria sebenarnya minta kami untuk menyegerakan pernikahan mereka. Namun kami tetap meminta mereka untuk mengikuti prosedur pendaftaran nikah, yaitu 10 hari kerja. Kami manfaatkan waktu 10 hari tersebut utk menelusuri kebenaran informasi keluarganya terkait kasus anaknya, serta mengkonfirmasi kesediaan/kerelaan dari pihak wanita dan walinya. Setelah semuanya terkonfirmasi, akhirnya pernikahan ini dapat terlaksana dengan baik”, tegasnya.

Dalam khutbah nikahnya, Samsul mengatakan bahwa Napi juga manusia, mereka hanya sementara menjadi warga binaan, mereka juga butuh menikah, mereka juga butuh kasih sayang. Nasib dan ujian itu sesuatu yang selalu beriringan.

“Untuk pasangan pengantin hendaknya bisa bersabar. Sekarang sedang diuji yang cukup berat untuk dihadapi. Namun, hasil ujian itulah yang menentukan nasib selanjutnya. Ketika kita berhasil melewati ujian dengan baik dan benar, maka level hidup kita akan naik peringkat. Di situlah kita mendapatkan kemuliaan. Namun, dikala ujian mendera justru membuat kita terpuruk, maka di situlah kehinaan bersama kita”, kata Samsul dengan penuh hikmah.

Ada satu hal yang menarik dari prosesi pernikahan tersebut, yaitu protokoler acara (MC) dan pembaca Al-Quran (Qari) nya adalah dari Napi/warga binaan LP. (thobib/bimasislam)

Senin, 15 Juni 2015

Akhirnya Juara Satu....

Alhamdulillah, segala puji hanyalah bagi Allah swt. atas petunjuk dan lindungan-Nya lah akhirnya tahun ini Kepala KUA Kec. Syiah Kuala (Samsul Hadi, S.Ag.) berhasil memenangi Lomba Baca Kitab antar Kepala KUA se-Provinsi Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 29-31 Mei 2015 yang lalu.
Dalam kegiatan yang diadakan di Hotel Oasis tersebut, Pak KUA akhirnya dapat memecahkan rekor Juara Bertahan yang selama ini ia pegang... hehehe... biasanya gelaran juara bertahan diberikan kepada orang yang menjuarai suatu lomba, namun pak KUA yang satu ini memegang gelar juara bertahan yaitu juara III berturut-turut selama tiga tahun terakhir. Setelah berjuang selama 4 tahun ini, akhirnya ia berhasil menjadi Juara I pada ajang dimaksud, namun sayang sekali nilainya masih kalah dari peserta (juara) dari kategori Penghulu sehingga yang berhak mewakili Kanwil Provinsi Aceh ke ajang tingkat nasional adalah saudara Najamuddin, MA.

Rabu, 15 April 2015

Bergerak walaupun perlahan.... Bergeraklah dengan pasti


Alhamdulillah di bulan ke-8 saya menempati jabatan sebagai Kepala KUA Kec. Syiah Kuala, saya bisa memulai sedikit demi sedikit perbaikan kantor, dimulai dari pengecatan pagar dan dinding sebelah luar, dilanjutkan dengan perbaikan papan nama kantor.


Walaupun dana operasional belum juga 'turun' alhamdulillah dana dari kantong pribadi pun harus direlakan demi kenyamanan bekerja dalam sebuah kantor yang representatif.

Selasa, 31 Maret 2015

Ka.KUA Kec. Syiah Kuala menjadi Pemateri SIMKAH

Pada kegiatan Diklat Manajemen Modern bagi Kepala KUA se-Aceh yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan Aceh sebanyak 2 angkatan yaitu 4-10 Feb 2015 dan 3-9 Maret 2015, Ka.KUA Kec. Syiah Kuala yang juga menjabat sebagai Koordinator FK-OSI Kota Banda Aceh dipercaya untuk menyampaikan materi Sistem Informasi Nikah Rujuk (SIMKAH) kepada para peserta yang masing2 angkatannya berjumlah 30 orang. Peserta yang datangnya dari KUA Kecamatan se-Aceh pada dasarnya sudah mengenal Simkah namun dalam kesempatan materi tersebut mendapat pencerahan betapa banyak manfaatnya IT (khususnya Simkah) dalam mendukung pelayanan di Kantor Urusan Agama. para peserta cukup antusias dengan materi dimaksud yang memang sengaja dikemas lebih interaktif berupa dialog dan praktek....



Lomba Baca Kitab Kuning antar Penghulu dan Kepala KUA se-Kota Banda Aceh


Beginilah suasana Lomba Baca Kitab Kuning antar Kepala KUA dan Penghulu se-Kota Banda Aceh, santai bagi yang menonton, tapi tetap menegangkan bagi peserta yang sedang diuji :-D.... Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan wawasan dan kemampuan berbahasa Arab dan juga untuk memancing minat penghulu serta Kepala KUA agar terus menggali dan mengkaji sumber-sumber primer dalam bidang fiqh. Kegiatan ini diikuti oleh 6 orang penghulu dan 9 orang Kepala KUA. Dewan Hakim terdiri dari dua orang ahli yang keduanya merupakan alumni Timur Tengah dan juga pengajar di Fakultas Syari'ah UIN ar-Raniry Banda Aceh.

Sabtu, 07 Februari 2015

Sekilas Syiah Kuala

       Syiah Kuala, siapa yang tidak kenal nama ini, nama yang di'laqab'kan bagi salah satu Ulama Besar di Nusantara yang berasal dari sebuah wilayah kerajaan Aceh Darussalam, yaitu Syech Abdurrauf as-Singkily, yang sekarang juga dipakai menjadi Nama Universitas di provinsi paling barat dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Provinsi Aceh, yang sangat familiar ditelinga semua orang bahkan juga diseluruh dunia, terutama setelah terjadinya musibah bencana alam gempa bumi dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004.
       Saat ini, Syiah Kuala merupakan salah satu kecamatan hasil pemekaran Kota Banda Aceh pada tahun 1983 (berdasarkan PP Nomor 5 tahun 1983), bersama dengan kecamatan Meuraxa, mendampingi 2 (dua) kecamatan lainnya yang sudah lebih dulu muncul yaitu Baiturrahman dan Kuta Alam (berdasarkan UU (drt) nomor 5 tahun 1956). Yang kemudian juga dimekarkan lagi pada tahun 1999/2000 (berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 138/2352/PUOD tanggal 16 Agustur 1999) menjadi 9 (sembilan) kecamatan dengan tambahan kecamatan Ulee Kareng, Banda Raya, Kutaraja, Lueng Bata, dan Jaya Baru. Syiah Kuala juga menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena musibah tsunami Tahun 2004 yang lalu.
       Wilayah Kecamatan Syiah Kuala yang terletak di bagian Timur Kota Banda Aceh terletak pada 5,561'-5,612 LU dan 95,318-95,378' BT memiliki luas 1.424 Ha, terbagi ke dalam 10 (sepuluh) desa/gampong yang juga tergabung dalam 2 kemukiman, yaitu Kemukiman Syiah Kuala dan Kemukiman Kayee Adang.
       Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Syiah Kuala adalah :
Sebelah Utara : Kecamatan Subulussalam & Darussalam, Kab. Aceh Besar
Sebelah Timur : Kecamatan Ulee Kareng, Kec. Krueng Barona Jaya (Aceh Besar)
Sebelah Selatan : Kecamatan Kuta Alam
Sebelah Barat : Selat Malaka

       Jumlah Penduduk Syiah Kuala setelah tsunami sangat banyak berkurang karena menjadi korban musibah tersebut, namun saat ini sudah mencapai kondisi normal 36.662 ribu jiwa /10.652 KK, dimana 26% diantaranya adalah anak-anak.

Gebrakan Perdana FK-OSI Koetaraja

Terlambat, tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Slogan inilah yang membuat kami tetap semangat dalam mengembangkan SIMKAH di Kota Banda Aceh. Seiring terbentuknya Forum Komunikasi Operator Simkah (FK-OSI) Kota Banda Aceh yang merupakan tindak lanjut dari Duek Pakat I FK-OSI Aceh di Syamtalira Bayu Aceh Utara akhir tahun yang lalu. Dimana saat itu Samsul Hadi, S.Ag. (Ka.KUA kec. Syiah Kuala) terpilih menjadi Koordinator FK-OSI Banda Aceh, dan sekaligus menjadi pemateri utama dalam pelatihan dasar Simkah kali ini.
Sebenarnya tidak juga terlambat jika melihat inisiatif di Kota Banda Aceh mengingat informasi mengenai Simkah ini justru dikembangkan dari Banda Aceh, namun sayangnya semangat tersebut tidak disambut dengan respon yang cukup baik dari pihak terkait sehingga baru awal tahun inilah baru ada 'gebrakan' berupa Pelatihan Dasar bagi Operator Simkah Tingkat Pemula.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah jumlah operator Simkah yang 'siap pakai' mengingat sampai hari ini baru 5 orang operator yang sudah aktif. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 18 orang operator yang berasal dari semua KUA se-Kota Banda Aceh. Untuk patut diapresiasi dukungan dari Kelompok Kerja Kepala KUA se-Kota Banda Aceh dalam hal materiil dan non-materiil.
Alhamdulillah kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa dan Rabu, 13-14 Januari 2015 dan mengambil tempat di KUA Kec. Kutaraja ini diikuti dengan antusias dari seluruh peserta, dan peserta pun tampak puas dengan ilmu yang didapat mulai dari proses instalasi Simkah, input data, ganti/edit template, sampai ke print buku nikah. Dan melihat kepuasan di wajah peserta, maka para tutor dan pendamping pun juga merasa bahagia dan puas.
Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal menuju masa depan pelayanan nikah yang lebih profesional. aamiin.


Minggu, 27 Januari 2013

Selamat dan Sukses Grand Launching Suscatin 2013


GRAND LAUNCHING KURSUS CALON PENGANTIN TAHUN 2013
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PEMBINAAN KELUARGA (LP2K) ACEH

Lembaga Pendidkan dan Pembinaan Keluarga (LP2K) Provinsi Aceh kembali melaksanakan Kursus Calon Pengantin (SUSCATIN) di Tahun 2013 ini, yang pelaksanaannya dipusatkan di Aula Pemko Banda Aceh lantai 4 dan ibuka oleh Ibu Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza za’aduddin Jamal, SE. pada Hari Sabtu tanggal 26 Januari 2013 pada pukul 8.30 WIB. Acara ini mendapat support dari pihak Pemerintah Kota Banda Aceh dan beberapa lembaga lainnya yang peduli terhadap persoalan keluarga seperti Kementerian Agama dan beberapa LSM Perempuan.
Grand Launching Kursus Calon Pengantin ini adalah kegiatan tahunan dari LP2K Provinsi Aceh untuk menggencarkan sosialisasi program dimaksud. Launching ini kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan SUSCATIN setiap dua minggu (sebulan dua kali) secara rutin. Kegiatan Suscatin ini diwajibkan bagi calon pengantin se-Kota Banda Aceh, yang selanjutnya diharapkan dapat mendapat dukungan dari Gubernur untuk diwajibkan di seluruh Aceh, demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Marzuki Hasyim, S.Ag. MH. dalam press releasenya.
Selanjutnya Ketua Umum LP2K Provinsi Aceh H. Manshur, S.Ag. menyatakan bahwa kegiatan suscatin ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari libur kantor sabtu dan minggu, agar tidak menggangu kegiatan/kerja calon pengantin itu sendiri.
Kegiatan Grand Launching ini banyak mendapat respon dan dukungan yang positif baik moril maupun materil dari lembaga pemerintah maupun pihak lainnya yang terkait, oleh karena itu sewajarnyalah kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Aceh beserta Muspida Plus, dan juga kepada pihak sponsor seperti Bank Aceh Syariah, BRI Syari’ah, dan lain-lain .
Apalagi kegiatan ini mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu bagaimana mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, karena berawal dari keluarga inilah akan terbentuk masyarakat yang rukun dan berakhlak mulia.
Selanjutnya Marzuki Hasyim, S.Ag. MH. mengatakan bahwa dengan suscatin ini ada sebuah pencerahan dan manfaat bagi catin itu sendiri karena disini di berikan materi seperti Fiqh Ibadah oleh Ustaz H. Abrar Sym, S.Ag. (Kanwil Kemenag), Psikologi Keluarga oleh Ibu Nurjannah Nitura, Psikolog (Psikodista), Fiqh Munakahat oleh Tgk Syukri Daud (MPU Aceh), Kesehatan Reproduksi oleh dr. Mohd. Andalas, Sp.OG (Wadir. Pelayanan RSUZA), Hak-Kewajiban suami-istri, Manajemen rumah tangga oleh Hj. Dahlia, M.Ag. (Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & Perl. Anak Prov. Aceh), Prosedur dan Peraturan perundang-undangan tentang Perkawinan oleh Drs. H. Ibnu Sa’dan, M.Pd. (Kaepala Kanwil. Kemenag. Prov. Aceh), dan lainnya.
Dalam press releasenya, Kabid. Pembinaan Pra-Nikah LP2K Aceh Saudara Drs. Erman Jaya, M.Ag. mengatakan bahwa sebenarnya waktu dua hari untuk suscatin itu masih kurang, karena logikanya begini “orang yang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci yang hanya 40 hari, tetapi manasiknya menghabiskan waktu yang sangat lama (sampai 1 bulan lebih), sedangkan menikah yang juga sebuah ibadah kepada Allah akan dilaksanakan seumur hidup,  tetapi “manasiknya” hanya dua hari, inilah seharusnya yang wajib dipahami oleh masyarakat yang masih menganggap bahwa suscatin ini terkesan mempersulit pernikahan”.
Ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mempunyai landasan hukum yaitu Peraturan Dirjen. Bimas Islam Kemenag. RI No. DJ.II/491/2009 juncto Perdirjen Nomor DJ.II/372/2011 tentang Kursus Pra-Nikah. Dengan landasan itulah kita melaksanakan suscatin ini sejak tgl 10-10-2010 lalu, yang Launchingnya pada waktu itu juga dilaksanakan di Aula Pemko Banda Aceh. Alhamdulillah, sudah lebih dua tahun berjalan, saat ini LP2K Aceh sudah menghasilkan alumni sebanyak 4.399 orang calon pengantin, ditambah lagi dengan calon pengantin pada acara Grand Launching ini sebanyak 144 orang, begitu pungkas Marzuki. (sam/erm)

Kamis, 27 September 2012

TOT Kursus Pra-Nikah

Banda Aceh, 26-27 September 2012
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Aceh mengadakan Pelatihan Training of Trainer Kursus Pra-Nikah dalam rangka mensosialisasikan perlunya pembekalan calon pengantin sebelum menikah. Kegiatan ini diikuti oleh para stakholder yang berkaitan dengan pembinaan dan penguatan keluarga. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengumpulkan masukan-masukan guna pembuatan qanun kursus pra-nikah.
Dalam TOT ini dihadirkan narasumber dari Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur yaitu Abdullah Abdul Wahab dan Muhammad Kori bin Muhammad Yusuf, yang mana di Malaysia telah diwajibkan untuk mengikuti Kursus Pra-Nikah bagi calon-calon pasangan yang akan menikah sejak tahun 1997. Maka untuk membagi pengalaman mereka selama kurang lebih 15 tahun itu, kedua narasumber dari Malaysia ini mengisi materi selama satu hari penuh.
Suasana kegiatan berlangsung sangat serius dan antusiasme peserta sangat tinggi terutama dari peserta kaum ibu-ibu yang sangat bersemangat. Peserta dari KUA-KUA di Banda Aceh juga menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan Kursus Calon Pengantin selama dua tahun terakhir ini.

Minggu, 03 Juni 2012

Banda Aceh-Kemenag News (2/6/2012) Kanwil Kemenag Aceh melaksanakan Orientasi Penyuluhan Informasi Haji bagi para Kepala KUA di Grand Nanggroe Hotel, 1-4 Juni 2012. Dalam sambutannya tadi malam (Jum’at, 1/6) Kakanwil yang diwakili oleh Kabag. TU, Habib Badaruddin, mengatakan bahwa kegiatan orientasi ini diperlukan bagi Kepala KUA agar menjadi pedoman dalam melayani masyarakat khususnya di bidang perhajian, mulai dari informasi tentang tata cara penyetoran BPIH, pelaksanaan ibadah haji sampai kepulangan jamaah ke tanah air.
        “Setelah selesai Orientasi ini para kepala KUA Kecamatan yang sudah diberikan bekal, harus mampu memberikan Pembinaan, Pelayanan dan Bimbingan Haji dan Umrah kepada masyarakat secara maksimal, dengan kata lain memberikan pelayanan prima,” ujar Habib dalam sambutannya.
       Moment ini sangatlah tepat mengingat pada saat ini sudah masuk pada bulan Rajab dimana tidak lama lagi akan menghadapi Bulan Ramadhan dan seterusnya Jajaran Kementerian Agama akan melayani Proses Pemberangkatan Jama’ah Haji ke Baitullah untuk melaksanakan Rukun Islam yang kelima. “Bahkan Gema keberangkatan Haji malah mengalahkan persiapan untuk menghadapi Hari Raya Haji (Idul Adha) itu sendiri,” lanjut Kabag. TU.
       Kepala KUA merupakan ujung tombak pelaksanaan kegiatan keagamaan di tingkat Kecamatan termasuk masalah Penyelenggaraan Haji, bahkan KUA merupakan Pusat Informasi Haji (PIH) bagi masyarakat dimana masyarakat juga langsung mendapatkan bimbingan Manasik di Kecamatan masing-masing. Semoga Orientasi ini dapat memberikan manfaat yang maksimal. (aceh.kemenag.go.id)

Rabu, 15 Februari 2012

Monitoring dan Pembinaan KUA se-Banda Aceh

Dalam rangka pembinaan dan peningkatan kualitas pelayanaan KUA di jajaran Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Kepala Kankemenag Kota Banda Aceh melaksanakan kunjungan monitoring dan pembinaan ke KUA-KUA Kecamatan se-Kota Banda Aceh.
    Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan program masing-masing KUA, Standar Pelayanan Minimal, Kearsipan, dan juga masalah Keuangan. Hal ini sangat perlu ditingkatkan mengingat status audit Kementerian Agama yang selalu sulit untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK, dan unsur KUA masih menjadi penyumbang besar dalam terkendalanya proses menuju WTP tsb.
Dalam kunjungan tsb. banyak Harapan yang diungkapkan oleh para Kepala KUA maupun Staf KUA, agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan pada masa-masa yang akan datang. Kunjungan dalam bentuk monitoring ataupun bentuk lainnya sangat diperlukan guna memacu kinerja para Kepala/Staf KUA. Silaturrahmi semacam ini dapat meningkatkan semangat kerja para staf khususnya.

Pelatihan SIMAK BMN dan Pengenalan IT Bagi KUA

Seksi Urusan Agama Islam Kementerian Agama Kota Banda Aceh melaksanakan kegiatan Pelatihan Aplikasi SIMAK BMN dan Pengenalan IT bagi bagi Staf / Kepala KUA se-Banda Aceh pada tanggal 27 Desember 2011 dengan peserta Kepala KUA Kecamatan beserta 2 orang Stafnya sebanyak 27 orang ditambah 3 orang dari Staf Seksi Urais.

Pelatihan ini untuk mensosialisasikan Aplikasi SIMAK BMN dan Persediaan dalam rangka peningkatan akuntabilitas laporan instansi guna mencapai predikat wajar tanpa pengecualian. Selama ini Kementerian Agama belum mencapai predikat WTP dari BPK diakibatkan banyaknya aset yang belum terinventarisir dengan baik, serta laporan-laporan keuangan yang belum menyeluruh ke semua satker karena kurangnya kemampuan SDM di Satker-satker di daerah. Dan kedepannya KUA juga diharapkan dapat menjadi Satker yang mandiri.
Dalam pelatihan ini juga diselipkan materi pengenal IT (Teknologi Informasi) guna mengimbangi perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Minggu, 03 Juli 2011

Arti Logo/Lambang Kementerian Agama



    Arti dan Makna Lambang Ikhlas Beramal :
 
    1.    Bintang bersudut lima yang melambangkan sila
    Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila,
    bermakna bahwa karyawan Departemen Agama
    selalu menaati dan menjunjung tinggi norma-
    norma agama dalam melaksanakan tugas
    Pemerintahan dalam Negara Republik Indonesia 
    yang berdasarkan Pancasila.     
2.    17 kuntum bunga kapas, 8 baris tulisan dalam Kitab Suci dan 45 butir padi bermakna Proklamasi Kemerdekaan republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menunjukkan kebulatan tekad para Karyawan Departemen Agama untuk membela Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 17 Agustus 1945.
3.   Butiran Padi dan Kapas yang melingkar berbentuk bulatan bermakna bahwa Karyawan Departemen mengemban tugas untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan merata.
4.      Kitab Suci bermakna sebagai pedoman hidup dan kehidupan yang serasi antara kebahagiaan duniawi dan ukhrawi, materil dan spirituil dengan ridha Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.
5.      Alas Kitab Suci bermakna bahwa pedoman hidup dan kehidupan harus ditempatkan pada proporsi yang sebenarnya sesuai dengan potensi dinamis dari Kitab Suci.
6.      Kalimat “Ikhlas Beramal” bermakna bahwa Karyawan Departemen Agama dalam mengabdi kepada masyarakat dan Negara berlandaskan niat beribadah dengan tulus dan ikhlas.
7.      Perisai yang berbentuk segi lima sama sisi dimaksudkan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama RI yang berdasarkan Pancasila dilindungi sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945
8.   Kelengkapan makna lambang Departemen Agama melukiskan motto : Dengan Iman yang teguh dan hati yang suci serta menghayati dan mengamalkan Pancasila yang merupakan tuntutan dan pegangan hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, karyawan Departemen Agama bertekad bahwa mengabdi kepada Negara adalah ibadah.

VISI KEMENTERIAN AGAMA RI 

"Terwujudnya masyarakat Indonesia yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera Lahir Batin"



MISI KEMENTERIAN AGAMA RI

  1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
  2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.
  3. Meningkatkan kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan.
  4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
  5. Mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
(Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010)

Menag; KUA "garda" terdepan Kementerian Agama

Kendal (Pinmas)--Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan garda terdepan Kementerian Agama (Kemenag). Tugasnya cukup berat, menyelenggarakan fungsi pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, seperti mengurus dan membina masjid, zakat, wakaf, baitul mal dan ibadah sosial, serta menangani masalah kependudukan dan keluarga sakinah.
"Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat, aparat KUA harus menguasai persoalan agama dari sumber yang selama ini digunakan masyarakat sebagai rujukan utama, referensi dalam bertindak dan berkarya," kata Menag ketika membuka Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) bagi kepala KUA tingkat Nasional dan Safari Urais di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/6) malam. Pembukaan yang dilaksanakan "larut malam" dihadiri sekira 12.000 orang di Pondok Pesantren Fadhlu Al Fadhilah Kaliwungu, Kendal itu didahului "istigotsah" yang dipimpin langsung oleh KH Dimyati Rois.
Menag dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof Dr Abdul Jamil, MA memaparkan, persoalan keagamaan berkembang terus sejalan dengan semakin kompleksnya permasalahan hidup. Semua itu membutuhkan perhatian dan pemecahan dari pemerintah. "KUA yang memiliki posisi paling dekat dengan masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjawab isu-isu keagamaan terkini, seperti isu terorisme, menjamurnya aliran sesat, serta maraknya gerkan liberalisasipemahaman keagamaan," ucapnya.
Menag mengharapkan pada suatu saat nanti, KUA dapat menjadi pelopor kembalinya masa keemasan dulu, dimana pemerintahannya terdiri dari orang-orang yang memahami agama secara benar dan arif. "Pemahaman yang benar serta sikap yang arif diharapkan menjadi cermin sekaligus teladan bagi masyarakat. Di samping itu, diharapkan Kepala KUA menjadi tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pembinaan fatwa dan pemahaman umat."
Berkaitan dengan pelayanan nikah dan rujuk di KUA, Menag menilai bahwa pemerintah telah menetapkan biaya yang sangat ringan bila dibandingkan dengan pesta perkawinan itu sendiri. untuk mennunjang pelayanan KUA, Pemerintah baru mampu membiayai operasional KUA sebesar Rp 2 juta per bulan. "Saya menyadari, jumlah ini perlu ditingkatkan lagi secara bertahap, agar tugas-tugas KUA di lapangan dapat berjalan sesuai harapan. Besaran biaya tersebut saat ini tengah dikaji secara seksama bersama instansi terkait lainnya. Hasil pengkajian tersebut nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan," kata Menag.